West Ham vs Millwall, Perseteruan Panjang Buruh Pelabuhan
Sepak bola bagi sebagian orang
lebih dari sekedar permainan. Bagi mereka sepak bola dan tim kesayangan
menjadi sangat penting dan harus dibela kalau perlu sampai mati. Itulah
yang terlihat saat dua tim sekota bertemu. Persaingan dua klub
Manchester, City dan United memperebutkan gelar juara musim ini juga
berdampak pada sikap saling benci antar sesama pendukung. Atau derbi
London utara yang baru terjadi pekan lalu antara Arsenal dan Tottenham
yang penuh dengan ketegangan, sampai-sampai kedua tim meminta
pendukungnya menjaga tingkah laku.
Di Indonesia, persaingan panas terjadi antara pendukung Persikota
dan Persita, Tangerang. Kerusuhan yang sering terjadi saat keduanya
bertemu membuat Kapolres Metro Tangerang, Wahyu Widada tidak memberikan
izin terhadap semua pertandingan di Stadion Benteng. Bahkan Majelis
Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan fatwa bahwa
pertandingan sepak bola di Stadion Benteng adalah haram karena selalu
menimbulkan tawuran (Republika, 16/2).
Karena saya pendukung West Ham,
saya ingin mengulas rivalitas yang sangat melegenda di Inggris antara
WHU dan Millwall. Bagi yang sudah nonton film Green Street Hooligans
bisa membayangkan betapa kerasnya persaingan kedua fans yang sudah
berlangsung sejak abad ke 19.
Mungkin masih ada yang ingat
dengan kejadian pendukung Millwall yang nekad menerbangkan pesawat di
atas stadion DW saat WHU menjalani partai hidup mati melawan Wigan
Athletic (15/5/2011). Saat itu WHU kalah 3-2 dan terdegrasi. Pesawat itu
membawa tulisan “Avram Grant - Millwall Legend”. Fans Millwall
menganggap Grant telah ‘membantu’ WHU turun ke divisi Championship,
sehingga kedua klub bisa kembali bertemu.
Rivalitas London timur itu
berawal dari persaingan para pekerja di galangan kapal yang ada di dua
sisi Sungai Thames. Millwall didirikan para pekerja di Isle of Dogs,
sebuah kawasan berliku di sepanjang Sungai Thames di East End London,
sekitar tahun 1885. Sepuluh tahun kemudian sejumlah mandor di pabrik
pembuatan kapal Thames Ironworks and Shipbuilding Company membuat klub
tandingan yang diberi nama Thames Ironworks Football Club, yang kemudian
berubah jadi West Ham United. Tujuannya untuk meningkatkan moral para
pekerjanya.
Persaingan di bisnis perkapalan
dibawa ke dalam lapangan. Fanatisme kedaerahan dan dukungan kepada
masing-masing perusahaan diwujudkan dalam bentuk kerusuhan dan makian
saat kedua tim bertemu. Perseteruan makin memucak setelah terjadi
pemogokan umum di pelabuhan Inggris tahun 1926. Pemogokan dipelopori
pendukung West Ham, sementara pendukung Millwall menolak ikut dalam aksi
itu. Sejak itu, rivalitas antara mereka berlanjut hingga sekarang.
Salah satu kejadian yang paling diingat adalah kerusuhan yang terjadi di luar Stadion Upton Park, 25 Agustus 2009. Sebelum
pertandingan Piala Carling, terjadi keributan antar dua suporter sekota
itu. Akibatnya, satu orang pendukung Millwall berusia 44 tahun dirawat
di Rumah Sakit akibat luka tusuk, sementara 20 orang lainnya mengalami
cidera.
Selama pertandingan, para penonton saling ejek dan harus dipisahkan
polisi. Setelah pertandingan usai dengan skor 3-1 untuk West Ham, para
penonton menyerbu ke dalam lapangan.
Di musim ini kedua klub sudah
bertemu dua kali. Laga pertama berlangsung di kandang Millwall,
September lalu. Pertanding ini mendapat kawalan ketat dari ratusan
polisi bersenjata tongkat dan gas air mata yang berjaga di sekitar
stadion. Meski sempat terjadi saling ejek dan pengibaran spanduk bernada
provokatif, derbi yang berakhir imbang 0-0 itu berjalan aman.
Pertandingan kedua terjadi 4 Februari. Kali ini WHU menang 2-1 berkat
gol Carlton Cole dan Winston Reid. Untuk mencegah kerusuhan tiket untuk
penonton Millwall dikurangi menjadi 1.400 lembar. Bar-bar yang ada di
sekitar Upton Park ditutup.
Musim depan mungkin keduanya
tidak bakal bertemu kembali. West Ham saat ini berada di peringkat dua,
selisih satu poin dari Southampton, dan masih punya sisa satu
pertandingan. Mudah-mudahan bisa promosi ke Liga Premier. Sementara
Millwall ada di urutan 19 dari 24 tim di Championship, mudah-mudahan
degradasi ke League One hehehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar