Laman

Minggu, 21 Oktober 2012

Rivalitas London Timur


West Ham vs Millwall, Perseteruan Panjang Buruh Pelabuhan


1330589373794922051

Sepak bola bagi sebagian orang lebih dari sekedar permainan. Bagi mereka sepak bola dan tim kesayangan menjadi sangat penting dan harus dibela kalau perlu sampai mati. Itulah yang terlihat saat dua tim sekota bertemu. Persaingan dua klub Manchester, City dan United memperebutkan gelar juara musim ini juga berdampak pada sikap saling benci antar sesama pendukung. Atau derbi London utara yang baru terjadi pekan lalu antara Arsenal dan Tottenham yang penuh dengan ketegangan, sampai-sampai kedua tim meminta pendukungnya menjaga tingkah laku.
Di Indonesia, persaingan panas terjadi antara pendukung Persikota dan Persita, Tangerang. Kerusuhan yang sering terjadi saat keduanya bertemu membuat Kapolres Metro Tangerang, Wahyu Widada tidak memberikan izin terhadap semua pertandingan di Stadion Benteng. Bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang mengeluarkan fatwa bahwa pertandingan sepak bola di Stadion Benteng adalah haram karena selalu menimbulkan tawuran (Republika, 16/2).
Karena saya pendukung West Ham, saya ingin mengulas rivalitas yang sangat melegenda di Inggris antara WHU dan Millwall. Bagi yang sudah nonton film Green Street Hooligans bisa membayangkan betapa kerasnya persaingan kedua fans yang sudah berlangsung sejak abad ke 19.
Mungkin masih ada yang ingat dengan kejadian pendukung Millwall yang nekad menerbangkan pesawat di atas stadion DW saat WHU menjalani partai hidup mati melawan Wigan Athletic (15/5/2011). Saat itu WHU kalah 3-2 dan terdegrasi. Pesawat itu membawa tulisan “Avram Grant - Millwall Legend”. Fans Millwall menganggap Grant telah ‘membantu’ WHU turun ke divisi Championship, sehingga kedua klub bisa kembali bertemu.
Rivalitas London timur itu berawal dari persaingan para pekerja di galangan kapal yang ada di dua sisi Sungai Thames. Millwall didirikan para pekerja di Isle of Dogs, sebuah kawasan berliku di sepanjang Sungai Thames di East End London, sekitar tahun 1885. Sepuluh tahun kemudian sejumlah mandor di pabrik pembuatan kapal Thames Ironworks and Shipbuilding Company membuat klub tandingan yang diberi nama Thames Ironworks Football Club, yang kemudian berubah jadi West Ham United. Tujuannya untuk meningkatkan moral para pekerjanya.
Persaingan di bisnis perkapalan dibawa ke dalam lapangan. Fanatisme kedaerahan dan dukungan kepada masing-masing perusahaan diwujudkan dalam bentuk kerusuhan dan makian saat kedua tim bertemu. Perseteruan makin memucak setelah terjadi pemogokan umum di pelabuhan Inggris tahun 1926. Pemogokan dipelopori pendukung West Ham, sementara pendukung Millwall menolak ikut dalam aksi itu. Sejak itu, rivalitas antara mereka berlanjut hingga sekarang.
Salah satu kejadian yang paling diingat adalah kerusuhan yang terjadi di luar Stadion Upton Park, 25 Agustus 2009. Sebelum pertandingan Piala Carling, terjadi keributan antar dua suporter sekota itu. Akibatnya, satu orang pendukung Millwall berusia 44 tahun dirawat di Rumah Sakit akibat luka tusuk, sementara 20 orang lainnya mengalami cidera.
Selama pertandingan, para penonton saling ejek dan harus dipisahkan polisi. Setelah pertandingan usai dengan skor 3-1 untuk West Ham, para penonton menyerbu ke dalam lapangan.
Di musim ini kedua klub sudah bertemu dua kali. Laga pertama berlangsung di kandang Millwall, September lalu. Pertanding ini mendapat kawalan ketat dari ratusan polisi bersenjata tongkat dan gas air mata yang berjaga di sekitar stadion. Meski sempat terjadi saling ejek dan pengibaran spanduk bernada provokatif, derbi yang berakhir imbang 0-0 itu berjalan aman. Pertandingan kedua terjadi 4 Februari. Kali ini WHU menang 2-1 berkat gol Carlton Cole dan Winston Reid. Untuk mencegah kerusuhan tiket untuk penonton Millwall dikurangi menjadi 1.400 lembar. Bar-bar yang ada di sekitar Upton Park ditutup.
Musim depan mungkin keduanya tidak bakal bertemu kembali. West Ham saat ini berada di peringkat dua, selisih satu poin dari Southampton, dan masih punya sisa satu pertandingan. Mudah-mudahan bisa promosi ke Liga Premier. Sementara Millwall ada di urutan 19 dari 24 tim di Championship, mudah-mudahan degradasi ke League One hehehe. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar